Apa itu DNS, DNS Server, Fungsi, dan Pembahasan Lengkap

dns

Apa itu DNS, DNS Server, Fungsi, dan Pembahasan lengkap, Apa itu DNS? DNS (Domain Name System ) adalah sebuah sistem yang dapat menerjemahkan nama domain ke alamat IP, dan bisa dibilang sebagai buku teleponnya Internet.

Jika pada buku telepon memiliki nomor telepon beserta pemilik nomor tersebut, dalam ranah DNS yang menjadi nomor merupakan alamat IP, sedangkan pemilik nomor telepon merupakan nama domain.

Sebagai contoh google.com (pemilik nomor telepon) memiliki nomor 172.217.194.113. Untuk menghubungi google.com kita tidak perlu menghapal nomornya, kita hanya perlu mengetikan nama domainnya saja google.com di web browser, dan secara otomatis DNS akan mengarahkannya ke alamat IP 172.217.194.113.

Apakah sudah mendapat gambarannya? DNS menerjemahkan nama domain ke alamat IP, sehingga kita tidak perlu menghapal setiap alamat IP.

Apa itu DNS Server?

Jika DNS merupakan buku telepon dari internet, DNS Server lah yang membuat hal tersebut terjadi. DNS Server merupakan sebuah server yang menyediakan layanan atau sistem yang melakukan penerjemahan nama domain ke Alamat IP.

Apa itu DNS Client?

Lalu ada istilah lain, yaitu DNS Client. Ia merupakan program yang bertugas melakukan permintaan ke Server. Singkatnya, ketika kita mengetikkan google.com, Ia akan bekerja dengan meminta Server untuk menerjemahkannya ke alamat IP, dan sementara Client menunggu hasilnya.

Bagaimana DNS Bekerja?

Seperti yang telah disebutkan sebelunya, DNS bekerja dengan menerjemahkan sebuah hostname atau kita biasa menyebutnya sebagai nama domain, ke alamat IP.

Alamat IP di sini merupakan alamat dari sebuah perangkat yang terhubung ke internet. Perangkat di sini biasanya merupakan sebuah Server. Lalu bagaimana prosesnya? Sebelum ke sana, mari kita pahami komponen apa saja yang terlibat saat permintaan penerjemahan nama domain dilakukan.

Ada 4 komponen yang terlibat, yaitu:

Recursive Resolver

DNS Recursive Resolver atau biasa dikenal sebagai DNS Recursor/Server Resolver bertindak sebagai penengah antara DNS Client dengan Root Name Server. Biasanya Recursive Resolver dijalankan oleh ISP (Internet Service Provider).

Ia bertugas untuk mengirim permintaan ke Root Name Server, lalu ke TLD Nameserver, dan terakhir dari Authoritative Nameserver. Setelah mendapat respon dari Authoritative Nameserver yang berupa alamat IP, Recursive Resolver akan menyimpannya, dan memberitahukannya ke Client.

Kenapa disimpan? Agar ketika Client melakukan permitaan yang sama, Recursive Resolver tidak perlu lagi melakukan permintaan ke Root, TLD, dan Authoritative Nameserver.

Penyedia Recursive Resolver, tidak selalu dari ISP. Pihak lain yang menyediakan Recursive Resolver adalah Google (8.8.8.8), CloudFlare (1.1.1.1), Quad9 (9.9.9.9), dan masih banyak lagi.

Root Nameserver

DNS Root Nameserver merupakan yang pertama kali dihubungi oleh Recursive Nameserver. Ketika Recursive Nameserver melakukan permintaan yang menyertakan nama domain, Root Nameserver akan mengarahkannya ke TLD Server, berdasarkan dari ekstensi nama domain. ekstensi nama domain ini seperti .com, .net, .org, dll.

Root Nameserver diawasi oleh organisasi non-profit yang bernama ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).

TLD Nameserver

TLD Nameserver menyimpan dan mengelola informasi untuk semua nama domain. Sebagai contoh nama domain yang memiliki ekstensi .com akan dikelola oleh salah satu TLD yang menyimpan semua informasi untuk semua domain .com.

Begitu juga untuk nama domain lain, seperti .net dan .org.

Ketika Client meminta menerjemahkan nama domain google.com, Root Nameserver akan mengarahkannya ke .com TLD Server. Begitu juga ketika mengakses nothinux.id, Root Nameserver akan mengarahkannya ke id TLD Nameserver.

Lalu TLD Nameserver akan mengarahkannya ke Authoritative Nameserver.

Pengelolaan TLD Nameserver dikelola secara langsung oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) yang juga merupakan bagian dari ICANN. IANA membagi nama domain ke 2 grup utama, yaitu:

  • Generic top-levels domain, merupakan nama domain yang tidak terikat dengan negara tertentu. Beberapa contohnya seperti, .com, .net, .org, .edu, dll.
  • Country Code top-levels domain, merupakan nama domain yang terikat pada negara terntentu, seperti, .id, .my, .kr, .jp, dll.

Authoritative Nameserver

Ketika Recursive mengirimkan permintaan ke TLD Namerver, ia akan langsung diarahkan ke Authoritative Nameserver. Di sini lah di mana semua catatan mengenai nama domain yang dituju tersimpan. Authoritative Nameserver meyimpan informasi mengenai A Record, CNAME Record, TXT Record, dll.

Ia lah yang bertugas memberikan informasi alamat IP yang digunakan oleh sebuah domain ke Recursive Resolver.

Apa itu DNS Caching?

dns caching

Lalu ada istilah lain, yaitu DNS Caching. Seperti penggunaan caching biasanya, Ia dibuat untuk menyimpan data sementara, sehingga dalam waktu tertentu tidak diperlukan untuk melakukan permintaan keluar, tapi menggunakan data caching itu sendiri.

Sebagai contoh ketika kita melakukan permintaan untuk menerjemahkan domain nothinux.id ke alamat IP, permintaan pertama akan dilakukan ke Recursive Resolver, Lalu permintaan selanjutnya akan menggunakan data yang telah didapat sebelumnya, yang telah disimpan untuk sementara (caching).

Hal ini dibuat untuk mengurangi penggunaan bandwidth, meningkatkan performa dan reliabilitas. Karena menggunakan caching data yang didapat akan jauh lebih cepat. data caching ini akan tersimpan sementara berdasarkan dengan TTL (Time to Live) yang telah ditentukan.

Ada 2 jenis caching yang ada, di antaranya:

Caching DNS pada Browser

Pada browser modern telah sengaja dibuat untuk melakukan caching pada Record DNS dalam waktu tertentu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi setiap proses yang ada.

Caching pada Sistem Operasi

Sebelum melakukan permintaan ke Recursive Resolver, yang pertama kali dicek adalah Resolver yang berada pada sistem operasi. Ketika tidak menemukan caching di sistem operasi akan langsung dilanjutkan melakukan permintaan ke Recursive Resolver, yang biasanya adalah ISP.

Ketika Recursive Resolver mendapat permintaan, ia pun sama mengecek apakah ia telah melakukan permintaan sebelumnya ke Root Nameserver. Jika sudah dan ada datanya, ia akan langsung memberikannya ke Resolver pada sistem operasi. Jika tidak akan melakukan permintaan ke Root Nameserver.

Apa itu Nama Domain?

Nama domain merupakan sebuah nama unik yang merepresentasikan sebuah alamat IP. Dengan nama domain setiap orang tidak perlu mengetahui alamat asli (alamat IP) dari sebuah website. Nama domain biasanya dapat dibeli di Domain registry (Pengelola Domain).

Nama domain akan dipointing ke alamat IP Server dengan menyetel A atau CNAME Record,

Kesimpulan

DNS merupakan buku telepon internet dan DNS Server merupakan sebuah sistem untuk menerjemahkan nama domain ke alamat IP. Dalam prosesnya ada beberapa step yang dilakukan sebelum akhirnya nama domain dapat diterjemahkan.

Melakukan permintaan ke Recursive Resolver, lalu ke Root, TLD, dan terakhir ke Authoritative Nameserver.

Jadi itulah penjelasan mengenai DNS, semoga penjelasan di atas dapat menambah pemahaman dan wawasan Anda.

Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk berkomentar dan membagikannya ke sosial media Anda.

Referensi:
CloudFlare. “What is DNS | How DNS Works”. cloudflare.com. https://www.cloudflare.com/learning/dns/what-is-dns (diakses pada 23 maret 2021).

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *