Taufik Mulyana
Taufik Mulyana
Linux System Administrator, Interested in Linux, Cloud, Containers
March 24, 2019 5 min read

Cara Konfigurasi DHCP Server Debian 9

konfigurasi debian 9

Cara Konfigurasi DHCP Server Debian 9, Setiap perangkat yang terkoneksi ke jaringan membutuhkan alamat IP, biasanya kita melakukan konfigurasi alamat ip secara manual, jika hanya mengkonfigurasi alamat ip untuk 1 atau 2 komputer jelas tidak akan merepotkan, namun bagaimana jika komputer yang harus di konfigurasi alamat ipnya ada puluhan bahkan ratusan ? pasti repot bukan, seorang administrator jaringan tidak mungkin melakukan konfigurasi alamat ip puluhan atau ratusan komputer secara manual, biasanya mereka menggunakan satu perangkat atau server yang dijadikan sebagai DHCP Server.

Apa itu DHCP Server ? singkatnya dhcp server akan mengalokasikan alamat ip yang nantiya akan digunakan oleh client, lalu dhcp server akan memberikan alamat ip dinamis ke client dengan batasan waktu tertentu, client akan otomatis mendapatkan alamat ip, jadi anda tidak perlu melakukan konfigurasi alamat ip secara manual, pada perangkat jaringan seperti router atau access point kita hanya perlu mengaktifkan dhcp server, dan melakukan konfigurasi, namun pada sistem operasi debian kita perlu melakukan instalasi terlebih dahulu, untuk lebih jelasnya silahkan ikuti tutorial berikut.

pastikan anda sudah masuk dengan menggunakan akun root

Catatan : sebelum melakukan konfigurasi dhcp server anda harus mengkonfigurasi alamat ip statis pada debian karena debian yang akan menjadi sebagai server dhcp, bisa anda lihat disini Cara Konfigurasi IP Address Debian 9

Instalasi Paket

kita membutuhkan sebuah paket yang bernama isc-dhcp-server

# apt-get install isc-dhcp-server

abaikan ketika ada peringatan saat instalasi, peringatan tersebut dikarenakan alamat ip pada konfigurasi berbeda dengan alamat ip yang kita gunakan

Konfigurasi DHCP Server

konfigurasi dhcp server terletak di /etc/dhcp/dhcpd.conf, kita akan mengubah konfigurasinya, anda bisa menggunakan nano atau vim untuk mengubah konfigurasinya

# vim /etc/dhcp/dhcpd.conf

lalu arahkan kebawah dan cari bagian berikut

# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
#  range 10.5.5.26 10.5.5.30;
#  option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
#  option domain-name "internal.example.org";
#  option routers 10.5.5.1;
#  option broadcast-address 10.5.5.31;
#  default-lease-time 600;
#  max-lease-time 7200;
#}

hilangkan tanda “#” pada bari subnet sampai baris “}“, disini debian menggunakan alamat ip 192.168.1.1 dengan subnet /24 atau 255.255.255.0, kita akan mengalokasikan 100 alamat ip yang nantinya akan digunakan oleh client. berikut konfigurasi yang akan digunakan

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
  range 192.168.1.100 192.168.1.200;
  option domain-name-servers 192.168.1.1;
  option domain-name "dhcp.nothinux.id";
  option routers 192.168.1.1;
  option broadcast-address 192.168.1.255;
  default-lease-time 600;
  max-lease-time 7200;
}

Penjelasan :

subnet diisi dengan alamat subnet dan ditambahkan netmask.
range diisi dengan alokasi alamat ip yang nantinya akan digunakan oleh client, pada konfigurasi diatas saya mengalokasikan alamat ip 192.168.1.100-192.168.1.200, nantinya alamat ip yang didapat client direntang 192.168,100-192.168.1.200
domain-name-servers diisi dengan alamat ip server dhcp, disini debian, jadi diisikan alamat ip debian 192.168.1.1
domain-name disi isi dengan nama domain, domain tidak aktif pun tidak menjadi masalah
routers sama seperti domain-name-servers diisi dengan alamat ip server dhcp
broadcast-address diisi dengan alamat broadcast
default-lease-time dan max-lease-time bisa anda biarkan default, default-lease-time adalah waktu yang diberikan dhcp server kepada client untuk memiliki alamat ip tersebut, dan pada konfigurasi kita set 600 detik atau yang berarti 10 menit, setelah 10 menit client akan meminta ip baru, dan dhcp server akan memberikan ip baru atau masih memberikan ip yang sama jika belum digunakan oleh client lain, dan jika client tidak meminta jangka waktu tertentu saat melakukan request ip ke server dhcp, client akan diberikan waktu sesuai max-lease-time 7200 detik

selanjutnya tinggal kita set interface/ethernet mana yang akan digunakan, karena saya menggunakan ethernet enp0s3, dan melakukan set ip statis juga di ethernet enp0s3 maka akan saya set ke enp0s3

# vim /etc/default/isc-dhcp-server

pada INTERFACEV4=”” tambahkan ethernet yang akan digunakan

INTERFACEV4="enp0s3"

dan pada INTERFACEV6=”” kita tambahkan # didepannya karena tidak kita gunakan.

#INTERFACEV6=""

selanjutnya kita jalankan ulang layanan dhcp-server dengan perintah berikut

# systemctl restart isc-dhcp-server

Client GNU/Linux

untuk client yang menggunakan distribusi GNU/Linux anda bisa mendapatkan alamat ip dengan perintah berikut

$ sudo dhclient -v [nama-ethernet]

jika nama ethernetnya enp0s3 jadi akan seperti berikut

$ sudo dhclient -v enp0s3

jika anda ingin mengeset agar alamat ip ter-set otomatis ketika boot ubah konfigurasi /etc/network/interface anda menjadi seperti berikut

auto enp0s3
iface enp0s3 inet dhcp

atau untuk pengguna Ubuntu 18.04 yang sudah menggunakan netplan anda bisa mengikuti tutorial disini Cara Konfigurasi IP Address Ubuntu 18.04

Client Windows

buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center, pada panel sebeleh kanan klik Change Adapter Settings, pilih network adapter yang anda gunakan, klik kanan lalu klik Properties, lalu cari Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) klik dan pilih Properties, dan pilih Obtain an IP Address automatically, anda akan otomatis mendapat alamat IP, jika sudah tinggal mengklik OK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *