Konfigurasi DHCP Server di Debian 8

0

 

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

pada pembahasan kali ini saya akan membahas tentang cara membuat dan mengkonfigurasi DHCP Server di Debian 8

sebelum melakukan tutorial dibawah pastikan IP anda telah di konfigurasi, anda bisa mengikuti tutorial di blog ini, atau agar lebih cepat bisa menggunakan command dibawah

# ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0

Install DHCP Server

# apt-get install isc-dhcp-server

jika ada peringatan failed,  Hal ini dikarenakan IP Address kita tidak sesuai dengan IP Address pada file konfigurasi default dhcp server

Konfigurasi file /etc/dhcp/dhcpd.conf

# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

cari text seperti dibawah ini

# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
#  range 10.5.5.26 10.5.5.30;
#  option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
#  option domain-name "internal.example.org";
#  option routers 10.5.5.1;
#  option broadcast-address 10.5.5.31;
#  default-lease-time 600;
#  max-lease-time 7200;
#}

hilangkan tanda “#”, disini kita akan menggunakan IP kelas C, dan untuk client saya memberikan range IP dari 192.168.1.5 – 192.168.1.100, dengan nama domain nothinux.id

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
  range 192.168.1.5 192.168.1.100;
  option domain-name-servers 192.168.1.1;
  option domain-name "nothinux.id";
  option routers 192.168.1.1;
  option broadcast-address 192.168.1.255;
  default-lease-time 600;
  max-lease-time 7200;
}

setelah itu kita tentukan interface mana yang akan digunakan sebagai dhcp server

# nano /etc/default/isc-dhcp-server

karena disini saya akan menjadikan eth0 sebagai interface dhcp server, jadi pada bagian bawah saya isikan eth0

INTERFACES="eth0"

setelah itu restart service dhcp server

# service isc-dhcp-server restart

pengujian dhcp server

GNU/Linux

ketikan command dhclient -v iface

# dhclient -v eth0

Windows

pada adapter lan pilih obtain ip address

 

 

Gabung Channel Telegram nothinux untuk update artikel dan informasi terbaru, Klik Disini

Share.

About Author